BEM FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER

Official Website

OPEN RECRUITMENT STAFF BEMF FARMASI 2018


Sudah siap? 

Mari Bergabung Bersama kami !

karena 

Hidup cuma sekali, Jangan menua tanpa arti.  
"Ridwan Kamil"


HARI AIDS SEDUNIA 2017



Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyebaran AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus dimana virus tersebut menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Penyakit AIDS tentunya sangat berbahaya karena si penderita beresiko mudah mengalami infeksi serius akibat berbagai penyakit seperti infeksi TBC, tipes, herpes, meningitis, kanker, gagal ginjal, dan lain-lain.
Kasus AIDS di seluruh dunia mengalami peningkatan tiap tahunnya, di Indonesia sendiri ada sekitar 690 ribu orang pengidap HIV sampai tahun 2015. Dari jumlah tersebut, setengah persennya berusia antara 15 hingga 49 tahun. Wanita usia 15 tahun ke atas yang hidup dengan kondisi HIV sekitar 250 ribu jiwa. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang.
Beberapa gejala yang dapat diamati bila sesorang menderita AIDS adalah diare yang terus-menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, kanker kulit, sariawan, dan berat badan yang turun secara drastis. Pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.
Ada beberapa cara pencegahan penularan penyakit AIDS, yaitu :
1.      Pencegahan Penularan Melalui Hubungan Seksual
Infeksi HIV terutama terjadi melalui hubungan seksual, sehingga pencegahan AIDS perlu difokuskan pada hubungan seksual. Untuk ini perlu dilakukan penyuluhan agar orang berperilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab, yakni : hanya mengadakan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami/isteri sendiri), kalau salah seorang pasangan anda sudah terinfeksi HIV, maka dalam melakukan hubungan seksual perlu dipergunakan kondom secara benar, mempertebal iman agar tidak terjerumus ke dalam hubungan-hubungan seksual di luar nikah.
2.      Pencegahan Penularan Melalui Darah
Berupa pencegahan dengan cara memastikan bahwa darah dan produk-produknya yang dipakai untuk transfusi tidak tercemar virus HIV, jangan menerima donor darah dari orang yang berisiko tinggi tertular AIDS, gunakan alat-alat kesehatan seperti jarum suntik, alat cukur, alat tusuk untuk tindik yang bersih dan suci hama.
3.      Pencegahan Penularan dari Ibu-Anak (Perinatal).
Ibu-ibu yang ternyata mengidap AIDS disarankan untuk tidak hamil karena dapat menginfeksi  virus HIV kepada bayi yang dikandungnya.
4.      Penyuluhan/Sosialisasi
Selain dari berbagai cara pencegahan yang telah diuraikan diatas, ada beberapa cara pencegahan lain yang secara langsung maupun tidak langsung ikut mencegah penularan atau penyebaran HIV/AIDS. Kegiatan tersebut berupa kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang dalam implementasinya berupa: konseling AIDS dan upaya mempromosikan kondomisasi, yang ditujukan kepada keluarga dan seluruh masyarakat yang potensial tertular HIV/AIDS melalui hubungan seksual yang dilakukannya. Dengan cara ini keluarga dan masyarakat secara terus menerus akan mendapat informasi yang baru (up to date) tentang HIV/AIDS sehingga keluarga akan lebih waspada dan mampu mengembangkan langkah ├ólangkah praktis untuk melindungi anggota keluarganya dari penularan HIV serta untuk mengurangi tumbuhnya sikap yang menganggap bahwa keluarganya sendiri tidak mungkin akan terinfeksi oleh virus AIDS ini. 
Penyakit ini memang disebabkan oleh virus yang bisa menular. Namun, penularannya tidak langsung saat kita berdekatan dengan ODHA (vektor penularannya adalah darah), seperti saat makan bersama, bepergian, atau melakukan agenda pertemanan lainnya. Jadi, sikap kita yang seharusnya dilakukan terhadap orang yang kita ketahui mengidap AIDS adalah tetap menjaga hubungan baik, memberi motivasi dan semangat hidup, dan tidak mengucilkan mereka dari lingkungan. 

"HIV does not make people dangerous to know, so you can shake their hands and give them hug, heaven knows they need it" (Princess Diana).

DESA BINAAN 2017

Desa Binaan merupakan acara tahunan untuk menumbuhkan jiwa sosial yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Farmasi Universitas Jember. Desa Binaan merupakan program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat. Untuk pembentukan kepanitiaan dari acara ini dengan melakukan open recruitment untuk mahasiswa fakultas farmasi UNEJ. Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Antirogo, kec. Sumbersari, kab. Jember.
Desa Binaan tahun 2017 ini mengusung tema “Melangkah bersama menuju desa bersih nan sehat”. Acara ini diselenggarakan 4 periode, 1 periode merupakan pra-desbin, 3 periode mmerupakan rangkaian acara desbin. Pra-desbin merupakan kegiatan bersih-bersih desa, kegiatan ini diselenggarakan sebelum kegiatan desbin hari pertama dilaksanakan.
Desa Binaan day 1, kegiatannya adalah pengobatan gratis. Dalam acara pengobatan gratis ini meliputi tensi, cek darah, cek kesehatan yang ditangani oleh dokter, dan mendapatkan obat. Dan serangkaian cek kesehatan tersebut gratis, hanya dengan menyerahkan kupon yang telah dibagikan panitia untuk warga setempat
Desa Binaan day 2 merupakan acara penyuluhan kesehatan. Pematerinya adalah Dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember, Bu Ika Puspita Dewi, S.Farm., M.Biomed., Apt. Desa Binaan day 3 merupakan acara penutup, kegiatan ini merupakan bakti social yang bekerja sama dengan UKSM Essensi dan UKMKK Filadelfia. Dalam rangkaian acara baksos ini, ada senam antireumatik, bazar pakaian murah meriah, pembagian sembako gratis, pembagian doorprise, games, dan hiburan tari dan akustik persembahan dari Essensi.

Berikut beberapa dokumentasi dari acara Desa Binaan 2017 :






- K O M I N F O -

Dimeticon ( Discussion, Mentoring and Counseling ) 2017

Program kerja dari departemen diproil ini merupakan kegiatan yang bisa membuat belajar kamu makin asik. Dimeticon sendiri dikhususkan untuk mahasiswa farmasi Universitas Jember. Disana kita akan belajar bersama, membahas soal dan tips dan trik untuk lebih memahami mata kuliah yang kurang dimengerti. Untuk mata kuliahnya sendiri juga telah dilakukan penjaringan sesuai dengan minat mahasiswa angkatan 2017-2014. Dan tentunya disana akan dibimbing dengan mentor pilihan yang telah lolos seleksi.
                Mata kuliah yang tersedia untuk dimeticon tahun ini adalah kimia analisis dan kimia organik(untuk semester II),kimia medisinal dan ASF(untuk semester IV),farmakoterapi III dan biofarmasetika(untuk semester IV),kimia dasar dan fisika dasar(untuk semester I),farmasi fisik dan kimia organik 2(untuk semester III) dan rancangan obat dan farmakokinetika(untuk semester V). Jadi dimeticon tahun ini dilaksanakan 2 kali yaitu pada semester genap dan ganjil.
So, menurut kalian gimana dimeticon tahun ini ?












- K O M I N F O -

Pharmaceutical Counceling Community (PCC) 2017

PCC atau bisa dijabarkan Pharmaceutical Counceling Community yang merupakan salah satu program kerja dari ISMAFARSI dan di jalankan atau dilaksanakan melalui Departemen Pendidikan Profesi dan Keilmiahan (DIPROIL) dari BEMF Farmasi,PCC ini merupakan salah satu komunitas kegiatan yang pasti akan dilakukan oleh seorang farmasis/apoteker yaitu pemberian konseling terhadap pasien. Pemberian konseling pada pasien itu meliputi pemberitahuan tentang informasi yang terkandung pada obat yang meliputi komposisi obat,efek samping dari obat serta yang paling penting cara penggunaan obat. Kegiatan PCC ini dilaksanakan melalui 4 tahapan acara yaitu seminar informasi tentang pemberian konseling pada pasien dilanjutkan pemecahan kasus pada kegiatan kedua maupun ketiga dan yang terakhir simulasi pemberian konseling pada pasien,berikut penjelasan singkat dari acaranya :
1.       Seminar Pemberian Konseling Pada Pasien
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2017 dengan pemateri dari dosen yang berkompeten di bidang Farmasi Kilinis dan Komunitas yaitu Ika Norcahyanti S.Farm.,M.Sc.,Apt dan Antonius Nugraha Widhi Pratama, S.Farm.,M.P.H.,Apt. Kegiatan tahap pertama ini dihadiri kurang lebih 20 peserta dari ke – 3 angkatan yaitu 2014,2015 dan 2016 yang antusias mempelajari pemberian konseling pada pasien.
2.       Simlasi Pemcehan Kasus serta dasar Konseling Pada Pasien (1)
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September dengan pemateri Ika Norcahyanti S.Farm.,M.Sc.,Apt,pelaksanaan ini dilakukan dengan pembagian kelompok dan masing masing kelompok diberi kasus tentang penyakit pasien yang komplikasi. Pada tahap pertama konseling ini merupakan penjajakan dimana seorang farmasis/apoteker harus mengetahui tentang pemberian obat terhadap pasien komlikasi. Kegiatan kedua dari pcc ini berlangsung tegang dan seru karena sebagian besar peserta berfokus terhadap pencarian obat yang cocok untuk menyembuhkan pasien.
3.       Simulasi Pemecahan Kasus serta Dasar Konseling Pada Pasien (2)
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September tepat 2 minggu setelah acara pertama PCC dengan pemateri yang sama yaitu Ika Norcahyanti S.Farm.,M.Sc.,Apt. Pada kegiata ini pasien mulai mempragakan simulasi kegiatan konseling pada pasien,pada bagian simulasi ini banyak kejadian yang mengundang tawa dikarenakan banyak peserta yang masih kaku serta banyak kejadian tak terduga yg mengundang tawa.
4.       Simulasi Pemecahan Kasus serta Dasar Konseling Pada Pasien (3)
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan yang sama yaitu September tepatnya tanggal 25 dengan pemateri Antonius Nugraha Widhi Pratama, S.Farm.,M.P.H.,Apt. Pada penutupan kegiatan ini banyak peserta yang merasa sedih karena kegiatan ini dirasa sangat diperlukan untuk mereka namun mereka tetap antusias untuk menyongsong program PCC ini pada tahun depan.

                Seperti yang dijelaskan diatas,Kegiatan PCC ini berlangsung sangat baik dan terasa antusiasme dari peserta yang ingin kegiatan bermanfaat ini diadakan lagi.

documentary :










- K O M I N F O -

GALENICA 2017

GALENICA merupakan suatu sediaan yang diambil dari sari atau inti baik dari hewan maupun tumbuhan,namun yang dimaksudkan hal ini bukan penjelasan secara harfiah tersebut melainkan salah satu kegiatan dari Departemen Kaderisasi dari BEMF Farmasi dan dibantu dengan 3 angkatan yaitu 2014,2015,2016. Kegiatan ini merupakan OSPEK atau Pengenalan Kehidupan Kuliah dan Kampus Fakultas Farmasi untu angkatan muda atau baru yaitu 2017,kegiatan ini merupakan miniatur kehidupan kuliah di Farmasi yang meliputi bagaimana etika terhadap warga Farmasi seperti Dosen,Karyawan dan kakak tingkat,miniatur bagaimana tugas tugas perkuliahan di Farmasi dan yang paling penting pembentukan karakter mahasiswa yang unggul baik secara EQ,IQ maupun SQ.
            Kegiatan Galenica ini berlangsung selama kurang lebih 3 bulan 2 minggu dengan dilaksanakan pada sabtu/minggu perminggu,kegiatan ini diawali dengan pra Galenica yang berisi tentang kontrak selama Galenica serta pembagian kelompok kelompok yang terdiri dari beberapa anggota dengan menggunakan nama mata kuliah yang akan mereka tempuh pada nama kelompoknya.Tak lupa juga setiap maba tidak boleh memanggil nama asli teman temannya pada saat galenika hal ini digunakan agar selama galenika mereka menimbulkan keakraban serta mengetahui bahwa nama baik yang diberikan pada mereka adalah bagian dari materi yang akan mereka terima di perkuliahan. Selanjutnya dilaksanakan dengan pembekalan materi kehidupan kampus,kegiatan ini dilaksanakan 2 miinggu pertama dan pada minggu ketiga sampai terakhir materinya merupakan tugas tugas dasar dari perkuliahan.Pada minggu terakhir sebelum makrab,Galenika diisi dengan Bhineka Tunggal ika yang mana merupakan pentas seni galenica yang wjib menampilkan suatu kesenian daerah serta membawa makanan khas daerah tersebut.Pada saat Bhineka Tunggal Ika merupakan waktu yang sangat ceria buat maba dikarenakan mereka lepas dari hukuman serta tugas dan juga dapat melihat kelucuan teman temanya. Selama Galenica banyak hal yang terjadi yaitu banyak para MaBa yang sering mengantuk,sering dihukum karena atribut tidak sesuai kontrak maupun banyak yang terlambat,hukuman demi hukuman sering di lakukan terhadap hampir sebgian besar MaBa dikarenakan agar tercipta rasa disiplin dan bertanggung jawab. Kegiatan terakhir dari dari Galenica adalah inagurasi malam ke akraban antara peserta MaBa dan kakak kakak tingkatnya,kegiatan ini berisi penampilan penampilan seni dari semua kelompok galenica seperti dance,musik,stand up comedy dll. Makrab ini juga diisi dengan nominasi nominasi seperti mulai maba terbaik,kelompok terbaik dan dari panitia seperti kakak tergalak hingga kakak tercantik,kegiatan makrab ini di akhiri oleh penampilan puisi dari panitia dan menyanyi serta berangkulan bersama sehingga tidak ada perbedaan diantara maba maupun mahasiswa farmasi lainnya.

documentary  :












- K O M I N F O -

VAMPIRE DAY 2017

Vampire Day merupakan acara donor darah tahunan yang diselenggarakan oleh BEMF Farmasi Universitas Jember. Vampire Day merupakan program kerja dari Departemen Pengabdian Masyarakat dan bekerjasama dengan PMI kabupaten Jember. Acara ini dibuka untuk umum dengan syarat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak PMI.
Di tahun ini, Vampire Day mengusung tema “Donorkan darahmu kembalikan senyum mereka”. Acara ini diselenggarakan 3 hari, yaitu 16 Maret 2017, 30 Oktober 2017, dan 31 Oktober 2017. Dalam 3 hari itu, selalu mencapai target kantung darah yang telah direncanakan sebelumnya. Acara ini diselenggarakan di Ruang Kuliah 5 dan di Sekretariat BEM UKM yang baru.

Dengan diselenggarakannya acara Vampire Day ini, berharap dapat membantu PMI dalam melakukan tugasnya dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Berikut beberapa dokumentasi dari Vampire Day :




- K O M I N F O -

DIKSI (Diskusi Kajian Seputar Isu) " Adilkah 3 SIPA Bagi Apoteker? "

Adilkah 3 SIPA Bagi Apoteker?
Apotek menjadi tempat terjadinya kegiatan pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat dimana pelayanan kefarmasiannya dilakukan oleh seorang apoteker yang mempunyai Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA). Sesuai dengan namanya, SIPA merupakan surat izin yang diberikan kepada apoteker untuk dapat melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang bekerja di fasilitas produksi, distribusi maupun pelayanan. Regulasi mengenai  SIPA ini telah tercantum dalam Permenkes No 31 tahun 2016 yang merupakan revisi dari Permenkes No 8889/MENKES/PER/V/2011. Di dalam pasal 18 menyatakanbahwa SIPA bagi Apoteker di fasilitas pelayanan kefarmasian dapat diberikan untuk paling banyak 3 tempat fasilitas pelayanan kefarmasian.
Tujuan dari di revisinya permenkes ini dimaksudkan agar peran apoteker sebagai pelayanan kefarmasian dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan mewujudkan pelayanan kefarmasian berasaskan pharmaceutical care dimana bentuk pelayanan kefarmasian dan tanggung jawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Adanya permenkes ini juga menuai pro dan kontra terhadap kesiapan para apoteker untuk melakukan regulasi ini.
Berdasarkan acara DIKSI (Diskusi Kajian Seputar Isu) yang diadakan oleh BEMF Farmasi pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 beberapa peserta menyatakan kesetujuannya mengenai perubahan PERMENKES ini. Dengan adanya 3 SIPA maka apoteker bisa lebih terlihat keprofesiannya dan dapat meningkatan branding apoteker di mata masyarakat Indonesia. Selain itu, seorang apoteker yang memiliki 3 SIPA bisa menjadi penanggung jawab utama pada 1 apotek dan 2 pendamping. Apoteker juga bisa mengatur waktu dalam memberikan konseling di apotek dengan tepat sehingga tidak akan ada tanggapan miring dari masyarakat mengenai kurangnya peran apoteker sebagai communicator dalam hal memberikan informasi obat-obatan. Namun hal ini juga dapat menimbulkan kontra. Salah satu peserta menyatakan, dengan adanya peraturan 3 SIPA untuk digunakan di tiga tempat yang berbeda diperlukan tanggung jawab dan fokus pelayanannya yang tinggi sehingga apoteker juga butuh waktu untuk istirahat. Hal ini juga dapat menimbulkan adanya apoteker yang absen dalam memberikan konseling di apotek. Maka disarankan untuk adanya peran regulasi dari pihak IAI maupun BPOM untuk rutin dalam mengecek kehadiran apoteker yang bekerja di apotek. Selain itu, perlu adanya peraturan dalam pembuatan jadwal konseling apoteker di apotek seperti halnya praktik dokter.
Dengan adanya peraturan 3 SIPA ini diharapkan apoteker dapat menjalankan praktik sesuai dengan standar yang ada sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menghindari adanya medication error maupun peresepan obat yang tidak rasional baik dari segi farmakologi maupun ekonomi. Karena yang paling substansional dari sebuah pelayanan adalah bagaimana para apoteker dapat hadir untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam kesejahteraan kesehatan.

documentary :











- K O M I N F O -