IPE (Interprofessional Education)

IPE (Interprofessional Education)
Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan Indonesia

Minggu, 4 Mei 2014  BEM Farmasi Universitas Jember mendapatkan undangan untuk menghadiri Seminar dan Workshop Interprofessional Education dengan tema “Together Build A Better Health Interprofessional Collabotaie”. Acara ini diselenggarakan oleh HPEQ Student yang didukung penuh oleh Dirjen DIKTI. Bertempat di Graha Medika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan praktisi dari berbagai profesi kesehatan. Peserta Seminar ini terdiri dari peserta umum dan peserta undangan yang merupakan perwakilan setiap fakultas/ prodi kesehatan yang terdapat di universitas region 6, yaitu daerah Jawa Timur. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk sosialisasi program HPEQ Student yaitu NHC (Nusantara Health Collaborative).

Berikut merupakan esay yang dibuat oleh delegasi BEM Farmasi Universitas Jember mengenai Seminar dan Workshop Interprofessional Education dengan tema “Together Build A Better Health Interprofessional Collabotaie”. 

 ü  Apa itu HPEQ Student?
HPEQ atau singkatan dari Health Professional Education Quality adalah salah satu project dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang merupakan wadah bagi seluruh mahasiswa kesehatan di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan perbaikan pendidikan kesehatan di Indonesia dalam rangka memperkuat karakter profesi, meningkatkan interprofessional collaboration dan mempersiapkan lulusan agar dapat berdedikasi pada masyarakat sesuai dengan amanah profesi.
HPEQ Student adalah kumpulan mahasiswa dari 7 program studi kesehatan yang diwakili oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), Asian Medical Students’ Association (AMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan (HIMADIKA), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IKAMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) mendukung keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa ilmu kesehatan Indonesia. Salah satu master piece program HPEQ Student guna meningkatkan kesadaran pentingnya pendekatan multidisiplin ilmu dalam pendidikan kesehatan Indonesia adalah melalui program NHC (Nusantara Heaalth Collaborative) 2014.

 ü  NHC (Nusantara Heaalth Collaborative) 2014
Bentuk kegiatan NHC 2014 adalah seminar dan workshop mengenai Interprofessional Education di 9 Regional seluruh Indonesia. Tujuan kegiatan NHC 2014 ini adalah meningkatan pengetahuan dan pemahaman seluruh mahasiswa kesehatan di Indonesia mengenai pentingnya penerapan pendekatan multi disiplin ilmu sejak dini dengan outcome yang diharapkan ialah meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka melalui kemampuan Interprofessional dalam pelayanan pasien dan masyarakat.
Agar tenaga kesehatan kedepannya terbiasa melakukan kolaborasi saat di tatanan pelayanan maka perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan pendidikan dengan konsep interprofessional education dan di lingkungan praktisi muda dengan memberikan paparan yang nyata mengenai konsep praktik interprofesi seuai dengan kompetisi pendidikan interprofesi (Freeth et al., 2005). Oleh karena itu, The World Health Organization (WHO) mengusulkan interprofessional educationsebagai salah satu metode yang memungkinkan para profesi kesehatan untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai teamwork (WHO, 1988).
Interprofessional Education (IPE) adalah salah satu konsep pendidikan yang dicetuskan oleh WHO sebagai pendidikan terintegrasi. Menurut UK Centre for the Advancement of Interprofessional Education menjelaskan bahwa pembelajaran interprofessional adalah kesempatan sebuah profesi  untuk belajar dengan , dari , dan tentang satu sama lain untuk memfasilitasi kolaborasi saat praktek. IPE merupakan hal yang potensial sebagai media kolaborasi antar professional kesehatan dengan menanamkan pengetahuan dan skill dasar antar profesional dalam masa pendidikan (Mendez et.al.,2008). Dari hal tersebut dapat ditarik garis besar bahwa manfaat dari IPE dapat dicapai dengan mulai diterapkannya pada tahap akademik.
Institusi pendidikan kesehatan yang ada di Indonesia tidak semuanya mampu untuk melakukan kurikulum terintegrasi. Banyak institusi kesehatan yang terkendala dengan berbagai permasalahan terhadap pelaksanaan IPE sendiri.Terdapat fenomena menarik dari hal tersebut, yaitu diperlukannya sebuah event yang secara sederhana mampu mengenalkan calon profesi kesehatan terhadap konsep berkolaborasi walau di institusi yang dinaungi tidak menerapakan IPE.Maka itu, perlu adanya pengenalan metode dan model pembelajaran interprofesi yang mampu memenuhi kriteria dan standar pendidikan intergrasi. Melalui Seminar dan Workshop ini para mahasiswa dan praktisi kesehatan diberikan gambaran pelaksanaan IPE. IPE dilaksanakan melalui kolaborasi pembelajaran model PBL (Probelm Base Learning) antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan pasien. Praktik IPE di jenjang perguruan tinggi dapat melatih serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerjasama antara mahasiswa kesehatan sejak dini. Kemampuan komunikasi dan bekerjasama antara profesi kesehatan ini sangat dibutuhkan saat terjun ke masyarakat untuk memberikan pelayanan  kesehatan. Adanya kolaborasi antar profesi kesehatan dapat meningkatkan kualitas dan efiseiensi pelayanan kesehatan di Inonesia.

Kalo menurut teman-teman, seberapa penting penerapan IPE atau praktik kolaborasi di dalam kurikulum perguruan tinggi kita?

 ü  Pembentukan Kader IPE: Local Health Collaborative
Setelah serangkaian acara seminar dan workshop terlaksana, acara dilanjutkan dengan pembentukan aliansi NHC yang akan menjadi wadah bagi para kader-kader IPE yang selanjutnya disebut Local Health Collaborative (LHC). Tugas dari LHC adalah menyeberluaskan pemahaman dan tujuan NHC kepada mahasiswa-mahasswa kesehatan di masing-masing Institusi. Aliansi ini bertujuan untuk menginisiasi pembentukkan wadah kolaborasi antar profesi kesehatan di setiap institusi, menstimulasi terbentuknya kader  IPE di masing-masing institusi, menyiapkan wadah advokasi mahasiswa untuk memperjuangkan prakterk kolaborasi di tingkat institusi, dan menyiapkan wadah sosialisasi  IPE yang bergerak di tingkat institusi

Para kader IPE ini merupakan perwakilan dari BEM atau HIMA dari masing-masing fakultas atau prodi kesehatan di institusinya. Diutamakan untuk mahasiswa angkatan 2012 dan 2013 yang  tertarik mengkaji di bidang pendidikan dan berkomitmen bergabung di Local Health Collaborative. LHC akan berkoordinasi dengan tim NHC dan  melaporkan perkembangan proses sosialisasi serta advokasi kepada para pemegang keputusan  yang telah dilakukan  berkaitan dengan usaha untuk menginisiasi praktik kolaborasi di tingkat institusi. Bentuk advokasi yang dilakukan dapat berupa advokasi bottom-up atau top-down. Advokasi bottom-up dengan cara melakukan hearing dengan mahasiswa dan memberikan pemahaman pentingnya adanya IPE di jenjang pendidikan. Sedangkan advokasi top-down dilakukan dengan cara melakukan lobiying kepada bihak dekanat masing-masing fakultas untuk mempengaruhi dan mendesak adanya kebijakan yang akan diambil untuk menyikapi kesadaran pentingnya praktik kolaborasi sedini mungkin.

No comments:

Post a Comment