HARI MALARIA SEDUNIA


Apa itu MALARIA ?
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang dalam sel darah manusia.
Apa saja Gejala Malaria ?
Gejala demam tergantung  jenis malaria. Sifat demam akut (paroksismal) yang didahului oleh stadium dingin (menggigil) diikuti demam tinggi kemudian berkeringat banyak. Gejala klasik ini biasanya ditemukan pada kasus non imun (berasal dari daerah non endemis). Selain gejala klasik diatas, dapat ditemukan gejala lain seperti  nyeri kepala, mual, muntah, diare, pegal-pegal, dan nyeri otot. Gejala tersebut biasanya terdapat pada orang-orang yang tinggal di daerah endemis (imun).
Apa saja Penyebab Malaria ?
Parasit yang menyebabkan malaria disebut plasmodium. Ada 170 jenis plasmodium, tapi hanya empat yang menyebabkan malaria pada manusia :
  • P. falciparum, merupakan jenis yang banyak terdapat di Afrika dan menyebabkan gejala yang parah.
  • P. vivax, merupakan jenis yang banyak terdapat di daerah tropis Asia.
  • P. malariae, banyak terdapat di Afrika dan dapat berdiam di aliran darah tanpa menimbulkan gejala apapun untuk beberapa tahun.
  • P. ovale, banyak terdapat di Afrika bagian barat.
Dampak malaria
·         Keguguran, perdarahan, premature
·         Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
·         Daya tahan tubuh menurun
·         kematian
Cara Pencegahan
Upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko
malaria, mencegah gigitan nyamuk, kemoprofilaksis, dan pengendalian vektor. Pencegahan
gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu berinsektisida, obat antinyamuk, kawat kasa nyamuk dan lain-lain.
Cara Pengobatan

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria yaitu :
·         jenis plasmodium yang menginfeksi
·          keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan)
·         jenis obat yang cocok untuk plasmodium penginfeksi.
Standar Pengobatan


1.      Pengobatan kasus malaria harus mengikuti kebijakan nasional pengendalian malaria di Indonesia.
2.      Pengobatan dengan ACT hanya diberikan kepada kasus dengan hasil pemeriksaan darah malaria positif. 
3.      Kasus malaria tanpa komplikasi harus diobati dengan terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACT) plus primakuin sesuai dengan jenis plasmodiumnya.
4.      Setiap tenaga kesehatan harus memastikan kepatuhan pasien meminum obat sampai habis melalui konseling agar tidak terjadi resistensi Plasmodium terhadap obat.
5.      Kasus malaria berat harus diobati dengan Artesunate intravena atau Artemeter intramuskular dan dilanjutkan ACT oral plus primakuin.
6.      Jika kasus malaria berat akan dirujuk, sebelum dirujuk kasus harus diberi dosis awal Artemeter intramuskuler atau Artesunate intravena/ intramuskular.

LAKUKAN 4M PLUS SEMINGGU SEKALI UNTUK PENCEGAHAN

1.      MENGURAS
Menguras wadah air seperti bak mandi, lempayan ember, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas agar telur dan jentik aedes mati
2.      MENUTUP
Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk aedes tidak dapat masuk dan bertelur.
3.      MENGUBUR
Mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas kaleng bekas, pecahan botol, agar tidak menjadi sarang dari tempat bertelur nyamuk aedes.
4.      MEMANTAU
Semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk aedes berkembangbiak.
PLUS : Hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu, memakai obat nyamuk

Lebih baik mencegah daripada mengobati!!!

No comments:

Post a Comment