Hari Tembakau Sedunia





HARI TEMBAKAU SEDUNIA

Hampir Setiap tahun, setiap sekolah atau perguruan tinggi, pemerintah bahkan lembaga kesehatan dunia yang biasa disebut dengan WHO, setiap tanggal 31 meimemperingati hari tanpa tembakau sedunia (HTTS). Pemaknaan paradigma yang terjadi selama ini mengartikan HTTS adalah sama dengan “Hari Tanpa Asap Rokok atau Hari Tanpa Rokok Sedunia”. Hal ini berarti bahwa selama ini telah terjadi penyempitan makna dari arti kata yang telah menjadi sejarah awal yaitu “Hari TanpaTembakau Sedunia” menjadi “Hari Tanpa Asap Rokok atau Hari Tanpa RokokSedunia”.
Kebiasaan merokok di Indonesia memang sudah menjadi sesuatu yang begitu menghawatirkan. Bagaimana anak-anak sekolah di negeri ini PASTI DAN PASTI ADA YANG MEROKOK. TIDAK PERCAYA. Coba anda berkunjung ke sekolah-sekolah. Dan lihat faktanya.
Akan lebik baik jika kita benar-benar bisa menerapkan Hari Tanpa Rokok atau Hari Tanpa Asap Rokok Sedunia, bukan “Hari Tanpa Tembakau Sedunia”. Hal ini banyak bukti negatif terutama masalah kesehatan kepada produk olahan tembakau yang biasa dikenal dengan “rokok”. Rokok merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan. Penyakitpenyakit tersebut merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah-tengah masyarakat. Setiap detik, satu orang meninggal akibat merokok. Rokok, juga membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35 sampai dengan 69 tahun.
Data epidemi di dunia menunjukkan, tembakau membunuh lebih lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini terus berlanjut, diproyeksikan pada tahun 2020 terjadi 10 juta kematian, dengan 70% kematian di negara sedang berkembang. Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 melaporkan, 64,2% anak sekolah yang disurvey terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Sebanyak 37,3% pelajar merokok, dan 3 diantara 10 pelajar pertama kali merokok sebelum berumur 10 tahun (30,9%). Tingginya populasi dan konsumsi rokok, menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 konsumen tembakau/rokok di dunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar batang per tahun 2005.
Asap rokok/tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tidak ada kadar paparan minimal dalam asap rokok/tembakau yang “aman”. Separuh lebih (57%) rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu perokok, dan hampir semua perokok (91,8%) merokok di rumah. Seseorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai risiko kanker paru sebesar 20 sampai 30%, dan mempunyai risiko terkena penyakit jantung. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, jumlah perokok di Indonesia adalah terbesar ke tiga di dunia dan kematian akibat kebiasaan merokok mencapai 400 ribu orang per tahun.
Selain informasi tentang dampak negatif rokok sebagai produk olahan tembakau diatas, informasi yang tak kalah pentingnya adalah penemuan-penemuan mengenai banyaknya manfaat tembakau untuk manusia bahkan bidang kesehatan. Daun tembakau yang sering diidentikan dengan rokok, dimana para pakar kesehatan sepakat akan bahayanya terhadap kesehatan manusia. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengeluarkan fatwa haram terhadap daun ini. Sehingga meresahkan para petani tembakau.
Tetapi ternyata di tangan seorang peneliti bioteknologi, daun tembakau dapat dimanfaatkan bagi kesehatan. Hal ini tentumerupakan kabar baik bagi semua pihak. Berikut ini beberapa manfaat dari tembakau adalah sebagai berikut:
1.      Penghasil Protein Anti Kanker
Tanaman tembakau ternyata dapat menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker. Untuk mendapatklan protein dimaksud dapat dibuat dengan cara memasukkan DNA dari tubuh manusia dimasukkan ke dalam DNA tanaman tembakau melalui bakteri, sehingga tanaman tembakau secara alami akan menghasilkan protein sesuai DNA yang dimasukkan berupa cairan protein yang bermanfaat sebagai anti kanker, misalnya kanker mulut rahim karena tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibody terhadap human papilloma virus (HPV), yang menjadi penyebab kanker mulut rahim. Selain untuk protein antikanker dapat juga sebagai stimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.
2.      Melepas gigitan lintah dan membunuh serangga
Manfaat tembakau, selain bisa diekstrak dan diambil bagian tertentu seperti nikotin yang digunakan di berbagai macam produk baik makanan maupun minuman, tembakau juga dapat gunakan untuk melepaskan gigitan lintah kalo lagi di dalam hutan, tembakau juga bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk membunuh serangga.
3.      Obat diabetes dan antibody.
Penggunaan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh.
4.      Anti radang
Tembakau transgenik dapat memproduksi interleukin-10 (IL-10), yang merupakan cytokine anti-radang yang ampuh. Cytokine adalah protein yang merangsang selsel kekebalan tubuh agar aktif. Kode genetik (DNA) yang mengode IL-10 ditanam dalam tembakau, lalu tembakau akan memproduksi protein yang bermanfaat sebagai anti radang, saelain itu dapat membantu mencegah kencing manis atau diabetes melitus tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 atau diabetes anak-anak dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas.
5.      Obat HIV / AIDS
Tembakau dapat menghasilkan protein obat human immunodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS, yang disebut griffithsin. HIV adalah virus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Bedanya, bukan tembakaunya yang menghasilkan protein, melainkan virus tembakaunya.
6.      Pemelihara kesehatan ternak
Ekstrak tembakau (nikotin 1,68%) mempunyai potensi untuk membasmi cacing H.contortus. Sebagai akibatnya hasil pengobatan akan memberikan keuntungan bagi para pemelihara ternak, sebab kesehatan ternak tersebut makin baik.
7.      Penghilang embun
Tembakau bisa juga digunakan untuk menghilangkan “embun” pada kaca dalam mobil pada waktu hujan dengan cara menggosokkan tembakau pada kaca tersebut.
8.      Obat luka
Daun Nicotiana tabacum berkhasiat sebagai obat luka. Untuk obat luka dipakai ± 25 gram daun segar Nicotiana tabacum, dicuci dan ditumbuk sampai lumat. ditambah minyak tanah ± 25 ml diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.
9.      Sebagai Biofuel
Daun tembakau ternyata dapat meningkatkan kadar minyak nabati yang merupakan langkah awal dalam memanfaatkan tanaman ini untuk keperluan biofuel. Tembakau dapat menghasilkan biofuel lebih efisien daripada produk pertanian lainnya. Namun, sebagian besar minyaknya hanya terkandung di dalam biji/ benih tembakau (sekitar 40 persen minyak per berat kering). Meskipun kandungan minyak nabati biji tembakau telah diuji dan dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel, namun produksi biji tanaman tembakau masih sangat rendah, yakni sekitar 600 kg biji per hektar.          
Dari Paparan di atas maka HTTS bisa dimaknai dari 3 sisi yakni dari sisi pemakai, dari pabrik yang memproduksi tembakau dan tentu saja dari pemerintah sendiri.
  • 1.      Perokok

Pemakai tembakau memang kebanyakan kaum perokok atau orang-orang yang begitu suka merokok. Berbagai peraturan yang sudah dirancang agar tidak merokok di tempat umum, tidak boleh merokok di dekat anak-anak sekolah atau mengharamkan merokok bagi kaum pelajar. Tentu berbagai peraturan ini tidak akan berarti apa-apa apabila kebanyakkan masyarakat tidak menyadari bahaya di balik rokok ini. Perlu diketahui; Ternyata Asap Rokok Lebih Bahaya dari Asap Kendaraan
  • 2.      Pabrik Tembakau

Bagaimana masyarakat  negeri ini mau sehat, kalau rokok masih tetap diproduksi sampai saat ini. Pabrik tembakau harus menyadari , bahwa   tembakau sebenarnya memiliki sekian banyak manfaat. Sehingga memungkinkan sekali untuk  membuat produk olahan tembakau yang lebih bermanfaat  dalam bentuk lain(selain rokok) yang lebih bermanfaat. Ini demi kepentingan bersama.
  • 3.      Pemerintah

Dari sisi pemerintah ya seharusnya jelas. Harusnya bagaimana, kalau pemerintah masih beranggapan bahwa devisa benar-benar dari rokok. Pemerintah seharusnya mulai berfikir bahwa masih banyak hal yang bisa menyumbangkan selain devisa dari rokok. Menghentikan  produksi rokok dengan berbagai peraturan pemerintah seharusnya bisa  di tegakan sehingga seremonial hari tanpa tembakau sedunia bukan sekedar wacana saja tanpa Pemaknaan untuk memperbaiki masyarakat negeri ini, mengambak bak asap rokok .

Berdasarkan fakta yang terjadi,  singkatnya bahwa yang harus kita upayakan adalah Hari Tanpa Rokok Sedunia, bukan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Karena bisa jadi suatu saat nanti dengan seiringnya pengetahuan dan teknologi rokok dapat tergantikan dengan produk olahan tembakau yang lebih bermanfaat dan penyumbang beacukai Negara pun akan tergantikan dengan produk tersebut. Bukan sesuatu yang tidak mungkin jika Hari Tanpa Tembakau Sedunia akan Berubah Menjadi Hidup Sehat dengan Tembakau dan menjadi Peringatan Hari Tanpa Rokok Sedunia.


LK II & MUSWIL ISMAFARSI JATIM BALI 2016


Fakultas Farmasi Universitas Jember Menjadi Tuan Rumah dalam Latihan Kepemimpinan II & Muswil Ismafarsi Jatim Bali
               

Latihan Kepemimpinan II & Muswil Ismafarsi Jatim Bali tahun ini diadakan di Kota Jember yaitu pada tanggal 27-29 Mei 2016. Para peserta berasal dari mahasiswa Fakultas Farmasi dari Universitas berbeda yang tergabung dalam LEM yaitu Universitas Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Airlangga, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Darussalam Gontor dan Tuan rumah sendiri yaitu Universitas Jember. Kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan LK 1 Ismafarsi yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Universitas masing-masing.


Tidak hanya di hotel Jember Indah saja,peserta LK2 juga dibawa ke Fakultas Farmasi Universitas Jember untuk memperkenalkan Fakultas Farmasi di Universitas Jember kepada Universitas lain yang bahkan baru kali ini menginjakkan kaki di kota Jember. Selain pemberian materi, disini para peserta bermain games yang dibuat oleh panitia. Selain itu para peserta LK2 diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata terkenal di Jember, yaitu Pantai Watu Ulo. “Kami senang menjadi peserta LK2 tahun ini karena banyak pengalaman yang bisa kami dapat, selain itu kami juga bisa mengunjungi Fakultas Farmasi Universitas Jember serta bermain dan berkenalan dengan universitas lainnya, itu merupakan hal yang menyenangkan” ujar Detha Januarta angkatan 2015 dari Fakultas Farmasi Universitas Udayana Bali yang merupakan peserta LK2 . Para peserta muswil juga mengunjungi Fakultas Teknik Universitas Jember sebagai tempat untuk musyawarah hari ke tiga,puncak acara peserta LK2 dan muswil juga diadakan disini.


               
 Acara berjalan dengan lancar karena kerjasama yang baik diantara panitia,tidak hanya itu panitia dan peserta juga dapat berkenalan serta mendapatkan relasi baru. Panitia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk semua pihak dan dapat meningkatkan hubungan relasi antar LEM tiap universitas.

WORLD LUPUS DAY "Your Caring Saves Lives"


WORLD LUPUS DAY
Tahukah anda bahwa tanggal 10 Mei ini ditetapkan sebagai “Hari Lupus Sedunia”?
Lupus berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Nama ini diambil karena gejala kemerah-merahan di wajah penderita Lupus yang menyerupai gigitan serigala. Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Penderita lupus di dunia dipercaya mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria. Penderita lupus di dunia dipercaya mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria.
Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain:
·         Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
            Jenis lupus inilah yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah. Gejala SLE juga dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan-lahan dan dapat bertahan lama atau bersifat lebih sementara sebelum akhirnya kambuh lagi.
            Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Gejala-gejala ringan SLE, terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan, dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para penderita SLE bisa merasa tertekan, depresi, dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.
·         Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
            Jenis lupus yang hanya menyerang kulit disebut lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE). Meski umumnya berdampak pada kulit saja, jenis lupus ini juga dapat menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.
DLE biasanya dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan. Gejala DLE di antaranya rambut rontok, pitak permanen, ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menjadi bekas luka.
·         Lupus akibat penggunaan obat.
            Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.
            Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.
Lupus atau SLE tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita SLE. Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya penderita pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE. Tetapi kondisi pada zaman sekarang sudah jauh lebih baik. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua penderita SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para penderita SLE dalam menghadapi penyakit mereka.
            Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat. Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroiddan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan. Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.
            Jika Lupus dapat terdeteksi lebih dini dan diobati dengan tepat, maka penderita Lupus dapat hidup normal layaknya orang sehat. Kalau tidak, susah untuk mendeteksinya dalam tubuh karena Lupus menyebar dengan cepat.
Berbarengan dengan peringatan “Hari Lupus Sedunia” pada tanggal 10 mei hari ini. Yuk mari kita sama-sama merenungi betapa beratnya beban penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita, para penderita Lupus. Kita juga tentunya harus banyak bersyukur kepada Tuhan YME atas nikmat kesehatan yang tak ternilai harganya, yang masih dapat kita nikmati hingga detik ini. Maka berilah dukungan pada penderita Lupus. Tunjukkan rasa empati kita dan besarkanlah hati mereka. Perlakukan mereka sebagaimana layaknya kita memperlakukan orang tersayang, namun nggak perlu berlebihan dan jangan menganggap mereka berbeda.
Sebab, sekali lagi Lupus bukanlah penyakit menular.

SUMBER
http://siloka.com/10-mei-hari-lupus-sedunia-care.html
https://gielardino.wordpress.com/2008/05/10/hari-lupus-sedunia/
http://www.alodokter.com/lupus/

http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/04/gejala-lupus-dan-penyebab-penyakit-lupus.html

DESA BINAAN

Desa Binaan

Desa Binaan BEMF Farmasi Universitas Jember berlokasi di Desa Antirogo,Kab. Jember. Selama kurang lebih 5 bulan berbagai kegiatan dilaksanakan disana seperti penyuluhan kesehatan, bazar murah, games,pengobatan gratis sampai KIO.
Kegiatan dibawah Departemen Pengmas ini berhasil menarik perhatian warga sekitar yang dibuktikan dengan banyaknya warga yang datang untuk mengikuti serangkaian acara. Acara Desa Binaan ini terbagi menjadi 4 kegiatan yaitu :
Kegiatan pertama diisi oleh penyuluhan kesehatan dengan tema penyakit kulit. Kegiatan yang dilaksanakan 1 mei 2016 ini mendapat antusian warga yang luar biasa karena pemahaman penyakit kulit yang bisa dibilang minim.


Kegiatan kedua adalah pengobatan gratis pada 15 mei 2016.



Kegiatan ketiga adalah KIO mengenai jamu. Selain konseling mengenai jamu, warga juga diberitau mengenai pembuatan jamu yang benar, dan macam-macam tumbuhan sekitar yang dapat dijadikan jamu.






Dan acara puncak pada Desa Binaan tahun ini adalah Bakti Sosial. Acara ini dilaksanakan bersama UKSM Essensi dan UKMK Filladelfia. 









Selain ada bazar dan penyuluhan TOGA, ada persembahan music corner dan games anak dari UKSM Essensi yang membuat acara semakin meriah.