WORLD LUPUS DAY "Your Caring Saves Lives"


WORLD LUPUS DAY
Tahukah anda bahwa tanggal 10 Mei ini ditetapkan sebagai “Hari Lupus Sedunia”?
Lupus berasal dari bahasa latin yang berarti serigala. Nama ini diambil karena gejala kemerah-merahan di wajah penderita Lupus yang menyerupai gigitan serigala. Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Penderita lupus di dunia dipercaya mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria. Penderita lupus di dunia dipercaya mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia masa produktif). Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria.
Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain:
·         Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
            Jenis lupus inilah yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah. Gejala SLE juga dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan-lahan dan dapat bertahan lama atau bersifat lebih sementara sebelum akhirnya kambuh lagi.
            Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Gejala-gejala ringan SLE, terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan, dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para penderita SLE bisa merasa tertekan, depresi, dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.
·         Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
            Jenis lupus yang hanya menyerang kulit disebut lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE). Meski umumnya berdampak pada kulit saja, jenis lupus ini juga dapat menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.
DLE biasanya dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan. Gejala DLE di antaranya rambut rontok, pitak permanen, ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menjadi bekas luka.
·         Lupus akibat penggunaan obat.
            Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.
            Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berkonsultasi kepada dokter sebelum Anda memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.
Lupus atau SLE tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita SLE. Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya penderita pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE. Tetapi kondisi pada zaman sekarang sudah jauh lebih baik. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua penderita SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para penderita SLE dalam menghadapi penyakit mereka.
            Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat. Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroiddan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan. Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.
            Jika Lupus dapat terdeteksi lebih dini dan diobati dengan tepat, maka penderita Lupus dapat hidup normal layaknya orang sehat. Kalau tidak, susah untuk mendeteksinya dalam tubuh karena Lupus menyebar dengan cepat.
Berbarengan dengan peringatan “Hari Lupus Sedunia” pada tanggal 10 mei hari ini. Yuk mari kita sama-sama merenungi betapa beratnya beban penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kita, para penderita Lupus. Kita juga tentunya harus banyak bersyukur kepada Tuhan YME atas nikmat kesehatan yang tak ternilai harganya, yang masih dapat kita nikmati hingga detik ini. Maka berilah dukungan pada penderita Lupus. Tunjukkan rasa empati kita dan besarkanlah hati mereka. Perlakukan mereka sebagaimana layaknya kita memperlakukan orang tersayang, namun nggak perlu berlebihan dan jangan menganggap mereka berbeda.
Sebab, sekali lagi Lupus bukanlah penyakit menular.

SUMBER
http://siloka.com/10-mei-hari-lupus-sedunia-care.html
https://gielardino.wordpress.com/2008/05/10/hari-lupus-sedunia/
http://www.alodokter.com/lupus/

http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/04/gejala-lupus-dan-penyebab-penyakit-lupus.html

No comments:

Post a Comment