Patient Counseling Community (PCC)





Patient Counseling Community (PCC) Fakultas Farmasi UNEJ,
Konseling merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap calon farmasis agar dapat terwujudnya KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang baik. Hal inilah yang mendasari adanya program kerja Patient Counseling Community (PCC) yang diusung oleh departemen pendidikan, profesi, dan keilmiahan di BEMF Farmasi Unej. PCC di Fakultas Farmasi Unej sendiri merupakan kegiatan yang diadopsi dari program kerja ISMAFARSI dengan kegaiatan yang serupa. PCC merupakan wadah bagi mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Jember untuk mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi terutama pada pasien.



Kegiatan PCC berupa pelatihan yang dilaksanakan secara berkala. Pelatihan tersebut dipandu oleh pemateri-pemateri yang merupakan dosen Fakultas Farmasi Unej yang memiliki keahlian dalam bidang Farmasi Klinis dan Komunitas.
Pelatihan PCC dilaksanakan pada tanggal 27 September, 12 oktober, dan 12 November 2016 pukul 16.00 WIB. 
Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Unej yang umumnya memiliki minat dalam bidang Farmasi Klinik dan Komunitas.


Awal pelatihan, peserta diberi beberapa materi mengenai konseling oleh pemateri dan pada pelatihan berikutnya peserta diberi beberapa contoh kasus dan resep yang harus dikaji. Dalam mengerjakan kasus dan mengkaji resep tersebut peserta dibagi beberapa kelompok dan kemudian dalam kelompok dilakukan diskusi untuk menentukan DRP (Drug Related Problem). 
Setelah berdiskusi, salah satu peserta dalam kelompok dituntut untuk memainkan perannya sebagai apoteker yang akan memberikan konseling kepada pasien dan pemateri akan menilai dan memberikan koreksi.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dan dapat menganalisis permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam kondisi riil.
Diharapkan pula melalui kegiatan PCC ini dapat terbentuk calon-calon apoteker yang memiliki keahlian dalam konseling pasien sehingga peran apoteker dapat dirasakan oleh masyarakat.

No comments:

Post a Comment