HARI ANTI NARKOBA 2017



Tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional dan tidak terkecuali Indonesia yang juga memperingati sebagai Hari Anti Narkoba Nasional. Majelis Umum PBB pada tahun 1987 merupakan pencetus peringatan hari anti narkoba. Hari Anti Narkoba bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa untuk tidak masuk kedalam lingkungan penyalahgunaan narkoba.
Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat berbahaya dan istilah lainnya yaitu napza(Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif). Narkoba atau napza merupakan golongan obat yang bekerja mempengaruhi sistem saraf pusat. Penyalahgunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa kecanduan, yang akhirnya dapat mengarah ke psikis dan perubahan kondisi fisik pada penggunanya. Jika sudah kecanduan maka perlu rehabilitasi medis dan sosial secara perlahan-lahan agar pecandu tidak mau lagi dan melupakan pemakaian narkoba ini secara total.
Secara garis besar faktor yang mempengaruhi seseorang terjerumus dalam penggunaan narkoba yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri sendiri, misalnya beban hidup atau punya masalah yang akhirnya mengakibatkan seseorang putus asa. Sedangkan faktor eksternal bisa karena lingkungan sosial/pergaulan seseorang.
Beberapa tanda-tanda pecandu narkoba yaitu perilaku yang tidak wajar, mata merah, mulut kering serta bibir kecoklatan. Ciri umum pengguna narkoba menurut riset BNN antara lain : jika diajak bicara jarang mau kontak mata, bicara pelo/cadel, jika keluar rumah sembunyi-sembunyi, keras kepala/susah dinasehati, sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat, tidak konsisten dalam berbicara.
Selain pemerintah, perlu adanya dukungan dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat(LSM) atau komunitas sosial lainnya untuk saling bersinergi menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya mengurangi korbannya tapi juga memberantas pelaku penyebar atau bandar narkoba. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dari keluarga dan sahabat serta kebijakan hukum. Keluarga berperan dalam pembentukan kepribadian anak. Dari mulai kecil dapat diajarkan mengenai bahaya narkoba dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan anak. Sahabat dapat berperan juga dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang baik dan bermanfaat agar tidak menjerumuskan antar sahabat kedalam penyalahgunaan narkoba. Selain itu, adanya kebijakan hukum atau undang-undang yang pasti dan kuat agar para pelaku khususnya bandar narkoba menjadi jera.


Jadi, Katakan ‘TIDAK’ pada NARKOBA


No comments:

Post a Comment